Seminar Internasional ENSEA UMRI Bahas Strategi Kewirausahaan Digital di Asia Tenggara

PEKANBARU – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) sukses menggelar seminar internasional bertajuk Entrepreneurship Network of Southeast Asia (ENSEA) 2025 sebagai pembuka rangkaian acara Milad UMRI. Acara yang berlangsung secara hybrid di Dang Merdu Tower BRKS pada 24 Mei 2025 ini menghadirkan pembicara dari empat negara untuk membahas perkembangan kewirausahaan di kawasan Asia Tenggara dengan fokus pada transformasi digital.

Rektor UMRI, Dr. Saidul Amin, MA, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi regional di era digital. "ENSEA menjadi bukti nyata komitmen UMRI dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang terintegrasi di ASEAN, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi digital saat ini," ujarnya. Seluruh Mahasiswa dan dosen program Studi Bisnis Digital UMRI turut hadir dalam acara ini. salah satu mahasiswa dari Prodi Bisnis Digital, menjelaskan, "seminar internasional ini membuka wawasan kami mengenai strategi kewirausahaan dan kami mendapatkan banyak insight baru dari setiap pembicara."

Seminar menghadirkan berbagai pakar kewirausahaan ternama. Dr. Mughaneswari Sahadevan dari MSU Malaysia menekankan perlunya perubahan pola pikir di era digital. "Data kami menunjukkan 75% startup sukses di Malaysia dipimpin oleh generasi yang melek teknologi. Ini membuktikan bahwa kewirausahaan digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan," paparnya. Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Roshaiza Taha dari Universiti Malaysia Terengganu memaparkan inovasi pembiayaan melalui wakaf produktif yang telah menunjukkan pertumbuhan 40% per tahun di sektor usaha sosial Malaysia.

Pembicara dari Thailand, Rowiyah Asengbaramae dari Fathoni University, mengurai kebijakan pemerintah Thailand yang mendukung perkembangan startup digital. "Berbagai kemudahan seperti insentif pajak dan perizinan sederhana menjadikan Thailand sebagai surga bagi para pengusaha digital di ASEAN," jelasnya. Dr. Lam Nguyen dari University of Economics and Finance Vietnam turut menyoroti peluang kolaborasi bisnis antara Vietnam dan negara ASEAN lainnya, khususnya di sektor halal dan agritech.

Acara yang dihadiri ratusan peserta baik luring maupun daring ini tidak hanya menyajikan materi seminar, tetapi juga berbagai kegiatan interaktif. Pentas budaya yang ditampilkan mahasiswa MSU Malaysia dan Universiti Malaysia Terengganu berhasil memeriahkan suasana. Linda Hetri Suriyanti, SE., M.Ak., selaku ketua panitia, mengungkapkan kepuasannya atas jalannya acara. "Lebih dari 60% pertanyaan peserta fokus pada transformasi digital UMKM, menunjukkan besarnya minat terhadap topik ini," ujarnya.

Selain materi yang padat, acara juga dihiasi dengan penampilan seni dari mahasiswa MSU Malaysia dan Universiti Malaysia Terengganu, menambah semarak suasana. Seminar yang diikuti ratusan peserta dari empat negara (Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam) ini berlangsung lancar dan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta baik onsite maupun online dapat bertanya langsung kepada para narasumber.